Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Implementasi Policy Routing Multi ISP di MikroTik Tanpa Mangle

 

Implementasi Policy Routing Multi ISP di MikroTik Tanpa Mangle

Menggunakan dua koneksi internet dari ISP yang berbeda sudah menjadi kebutuhan umum, baik di kantor, sekolah, maupun lingkungan usaha. Selain untuk meningkatkan kestabilan koneksi, penggunaan multi ISP juga membantu distribusi bandwidth agar trafik client tidak menumpuk pada satu jalur internet saja.

Pada MikroTik RouterOS v7, implementasi multi ISP kini menjadi lebih sederhana berkat fitur Routing Table dan Routing Rule. Dengan metode ini, administrator jaringan dapat melakukan policy routing tanpa perlu menggunakan mangle yang biasanya lebih kompleks.

Studi Kasus

Pada artikel ini digunakan dua koneksi internet:

  • Biznet
    IP MikroTik: 192.168.10.5
    Gateway: 192.168.10.1

  • Remala
    IP MikroTik: 192.168.11.5
    Gateway: 192.168.11.1


LAN client berada pada subnet:

  • 192.168.1.0/24


Tujuan konfigurasi:

  • Sebagian client menggunakan Biznet
  • Sebagian client menggunakan Remala
  • Konfigurasi tetap ringan dan mudah dikelola
  • Mengapa Menggunakan Routing Rule?


Sebelum RouterOS v7, banyak administrator menggunakan firewall mangle untuk melakukan policy routing. Namun saat ini, routing rule menjadi solusi yang lebih modern karena:

  • Konfigurasi lebih sederhana
  • Penggunaan CPU lebih ringan
  • Mudah dipahami
  • Troubleshooting lebih cepat
  • Tidak membutuhkan connection-mark


Metode ini sangat cocok jika pembagian trafik dilakukan berdasarkan:

  • alamat IP client
  • subnet
  • VLAN


Tahapan Konfigurasi

1. Menambahkan IP Address

Pertama, tambahkan IP pada masing-masing interface WAN dan LAN.

/ip address

add address=192.168.10.5/24 interface=ether1 comment=Biznet

add address=192.168.11.5/24 interface=ether2 comment=Remala


add address=192.168.1.1/24 interface=bridge-lan comment=LAN


2. Konfigurasi DNS

/ip dns

set servers=8.8.8.8,1.1.1.1 allow-remote-requests=yes


3. Membuat NAT Masquerade

Agar client dapat mengakses internet melalui kedua ISP.

/ip firewall nat

add chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade

add chain=srcnat out-interface=ether2 action=masquerade


4. Membuat Routing Table

Pada RouterOS v7, routing table dibuat secara terpisah.


/routing table

add fib name=to-biznet

add fib name=to-remala


5. Menambahkan Route Masing-Masing ISP

/ip route

add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.10.1 routing-table=to-biznet

add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.11.1 routing-table=to-remala


6. Menambahkan Route Utama

Route ini digunakan oleh router MikroTik sendiri.

/ip route

add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.10.1 distance=1

add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.11.1 distance=2


Pada konfigurasi ini:

  • Biznet menjadi jalur utama
  • Remala menjadi backup


7. Membuat Routing Rule

Tahap terakhir adalah menentukan client mana yang akan menggunakan ISP tertentu.

Contoh:

/routing rule

add src-address=192.168.1.10/32 action=lookup table=to-biznet

add src-address=192.168.1.20/32 action=lookup table=to-remala


Hasilnya:

Client 192.168.1.10 akan selalu menggunakan Biznet

Client 192.168.1.20 akan selalu menggunakan Remala


Kelebihan Metode Ini

Beberapa keuntungan menggunakan routing rule dibanding mangle:

1. Konfigurasi Lebih Bersih

Tidak perlu membuat banyak firewall rule dan connection mark.


2. Ringan untuk Router

Karena tidak memproses paket di firewall mangle secara terus menerus.


3. Mudah Dikembangkan

Sangat cocok diterapkan pada:

  • VLAN
  • jaringan kantor
  • hotspot
  • guest network


4. Stabil

Karena jalur routing sudah ditentukan secara jelas berdasarkan source IP.


Kesimpulan

Policy routing menggunakan Routing Table dan Routing Rule pada MikroTik RouterOS v7 merupakan solusi modern untuk implementasi multi ISP. Metode ini lebih sederhana dibanding mangle dan sangat cocok untuk kebutuhan pembagian trafik berdasarkan client atau subnet.


Dengan konfigurasi yang tepat, administrator jaringan dapat meningkatkan kestabilan internet sekaligus mendistribusikan bandwidth secara lebih efisien tanpa membebani router dengan konfigurasi yang kompleks.


Posting Komentar untuk "Implementasi Policy Routing Multi ISP di MikroTik Tanpa Mangle"